PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BIMA

                Pada bulan September 2017 Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,57 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,46. Dari 82 kota, 32 kota mengalami deflasi dan 50 kota mengalami deflasi dan 50 kota mengalami inflasi. Angka inflasi Kota Bima menempati posisi 75 rangking nasional. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 1,59 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Depok dan Kota Mamuju sebesar 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Manado 1,04 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Tembilahan yaitu 0,01 persen.

                Inflasi di Kota Bima pada bulan September 2017 dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada empat kelompok, sementara tiga kelompok lainnya mengalami deflasi. Uraian inflasi dan deflasi semua kelompok tersebut yaitu kelompok bahan makanan deflasi sebesar 0,05 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau inflasi 0,11 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar inflasi 0,10 persen, kelompok sandang inflasi sebesar 0,67 persen, kelompok kesehatan inflasi 0,41 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga deflasi sebesar 0,09 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan deflasi sebesar 3,30 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-September 2017)sebesar 1,82 persen dan laju inflasi “year on year” (September 2017 terhadap September 2016) sebesar 1,81 persen.

                Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah BANDENG/BOLU 0,1879 persen, BERAS 0,1075 persen, EMAS PERHIASAN 0,0397 persen, CUMI-CUMI 0,0261 persen, BESI BETON 0,0258 persen, TERI SEGAR 0,0211 persen, KAKAP MERAH 0,0190 persen, OBAT DENGAN RESEP 0,0187 persen, SENG  0,0173 persen, ROKOK KRETEK 0,0168 persen, BAYAM 0,0116 persen, DAUN KELOR 0,0116 persen, MINYAK GORENG 0,0095 persen, dan KOL PUTIH/KUBIS sebesar 0,0080 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah ANGKUTAN UDARA 0,5051 persen, DAGING AYAM RAS 0,2438 persen, SELAR/TUDE 0,0854 persen. TONGKOL/AMBU-AMBU 0,0481 persen, TOMAT SAYUR 0,0467 persen, TENGGIRI 0,0340 persen, KELAPA 0,0309 persen, BATU/BATA TELA 0,0262 persen, BAWANG PUTIH 0,0224 persen, dan AYAM HIDUP 0,0178 persen.

                Sedangkan untuk tingkat nasional mengalami inflasi sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 130,08. Tingkat infkasi tahun kalender (Januari-September 2017) sebesar 2,66 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2017 terhadap September 2016) sebesar 3,72 persen.