PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BIMA

Pada bulan Oktober 2017 Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,02 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,48. Dari 82 kota, 44 kota mengalami inflasi dan 38 kota mengalami deflasi. Angka inflasi Kota Bima menempati posisi 42 rangking nasional. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 1,05 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Cilegon dan Kota Surakarta sebesar 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Palu 1,31 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Palopo yaitu 0,01 persen.

Inflasi di Kota Bima pada bulan Oktober 2017 dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada empat kelompok, sementara tiga kelompok lainnya mengalami deflasi. Uraian inflasi dan deflasi semua kelompok tersebut yaitu kelompok bahan makanan deflasi sebesar 0,61 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau inflasi 0,02 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar inflasi 0,06 persen, kelompok sandang inflasi sebesar 0,18 persen, kelompok kesehatan inflasi 0,45 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga deflasi sebesar 0,07 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan deflasi sebesar 1,13 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Oktober 2017) sebesar 1,84 persen dan laju inflasi “year on year” (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 2,30 persen.

Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah angkutan udara ,1741 persen, beras 0,0510 persen, daging ayam ras 0,0364 persen, tenggiri 0,0171 persen, besi beton 0,0166 persen, tarip gunting rambut pria 0,0143 persen, teri segar 0,0141 persen, udang basah 0,0107 persen, minyak goreng 0,0107 persen, selar/tude ,0095 persen, bayam 0,0094 persen, cabai merah 0,0077 persen, daun singkong 0,0072 persen, dan pampes sebesar 0,0072 persen, komoditas yang dominan memberikan sumbangan defalsi adalah bandeng/bolu 0,1103 persen, cumi-cumi 0,0744 persen, tomat sayur 0,0470 persen, bawang merah 0,0263 persen, batu bata/batu tela 0,0176 persen, bawang putih 0,0172 persen, ikan asin belah 0,0171 persen, teri diawetkan 0,0155 persen, sawi hijau 0,0118 persen, dan kayu balokan 0,0171 persen.

Sedangkan untuk tingkat nasional mengalami inflasi sebesar 0,01 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 130,09. Tingkat infkasi tahun kalender (Januari-Oktober 2017) sebesar 2,67 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 3,58 persen.