PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA BIMA

  • Pada bulan November 2017, Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,81 persen, atau menjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,48 pada bulan November 2017. Angka inflasi ini berada di atas angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,20 persen.
  • Inflasi di Kota Bima bulan November 2017 sebesar 0,81 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan dengan kenaikan indeks pada kelompok Bahan Makanan sebesar 2,39 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan Tembakau sebesar 0,28 persen. Kelompok perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,25 persen. Kelompok sandang sebesar 0,02 persen. Kelompok Kesehatan sebesar 0,36 persen. Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah raga sebesar 0,04 persen. dan Kelompok Transport, Komunikasi dan jasa Keuangan sebesar 0,48 persen.
  • Laju inflasi Kota Bima tahun kalender November 2017 sebesar 2,66 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender 2016 sebesar 1,84 persen. Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” November 2017 sebesar 2,93 persen lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan November 2016 sebesar 2,30 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan, perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukan kenaikan. Pada bulan November 2017 Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,81 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,48 pada bulan Oktober 2017 menjadi 132,55 pada bulan November 2017. Dengan angka inflasi tersebut, maka laju inflasi Kota Bima tahun kalender (Desember 2016-November 2017) mencapai 2,66 persen dan laju inflasi “tahun ke tahun” (November 2016-November 2017) mencapai 2,93 persen.

Inflasi di Kota Bima bulan November 2017 sebesar 0,81 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 2,39 persen. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, rokok dan Tembakau sebesar 0,28 persen. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,25 persen. Kelompok Sandang sebesar 0,02 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,36 persen. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga sebesar 0,04 persen dan Kelompok Transport, Komunikasi dan Jasa keuangan sebesar 0,48 persen.

beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di bulan November 2017 ini antara lain TOMAT SAYUR, DAGING AYAM RAS, BERAS, TENGIRI, MOBIL, CUMI-CUMI, SELAR/TUDE, JERUK, UPAH PEMBANTU RUMAH TANGGA, dan BAYAM. Sedangkan komoditas-komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain BANDENG/BOLU, KAKAP MERAH, TONGKOL/AMBU-AMBU, KELAPA, TERI SEGAR, IKAN ASIN BELAH, TERI DI AWETKAN, DAGING AYAM KAMPUNG, dan EKOR KUNING.

Pada bulan November 2017 kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,6056 persen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau sebesar 0,0573 persen. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,0537 persen. Kelompok Kesehatan sebesar 0,0022 persen. Kelompok Sandang sebesar 0,0147 persen. Kelompok pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga sebesar 0,0024 persen. dan Kelompok Transport, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,0720 persen.