PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA BIMA

Pada bulan Februari 2018, Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,50 pada bulan Januari 2018 menjadi 135,00 pada bulan Februari 2018. Angka inflasi ini berada di atas angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,17 persen.

Inflasi Kota Bima bulan februari 2018 sebesar 0,37 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 2,14 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau sebesar 0,87 persen; Kelompok Peruamahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0,00 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,62 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,04 persen; dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga sebesar 0,10 persen. Kelompok yang mengalami penurunan harga adalah Kelompok Transport, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 2,83 persen.

Laju inflasi Kota Bima tahun kalender Februari 2018 sebesar 0,46 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Februari 2017 1,00 persen. Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Februari 2018 sebesar 3,53 persen lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Februari 2017 sebesar 2,42 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan, perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan kenaikan. Pada bulan Februari 2018, Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,50 pada bulan Januari 2018 menjadi 135,00 pada bulan Februari 2018. Dengan angka inflasi tersebut, maka laju inflasi “tahun ke tahun” (Februari 2017 – Februari 2018) mencapai 2,42 persen.

Inflasi di Kota Bima bulan Februari 2018 sebesar 0,37 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 2,14 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau sebesar 0,87 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar sebesar 0,00 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,62 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,04 persen; dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga sebesar 0,10 persen. Kelompok yang mengalami penurunan harga adalah Kelompok Transport, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 2,83 persen.

Bebeeapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di bulan Februari 2017 ini antara lain BERAS, ROKOK KRETEK ILTER, BANDENG/BOLU, ROKOK KRETEK, SELAR/TUDE, TONGKOL/AMBU – AMBU, BAWANG PUTIH, TOMAT SAYUR,  TERI SEGAR, dan TERI DIAWETKAN. Sedangkan komoditas – komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain ANGKATAN UDARA, DAGING AYAM RAS, AIR KEMASAN, MIE KERING INSTANT, CUMI – CUMI, DAGING AYAM KAMPUNG, KELAPA, BAWANG MERAH, dan TELUR AYAM RAS.

Pada bulan Februari 2018 kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan iflasi adalah Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,5658 persen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau sebesar 0,1744 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar sebesar 0,0018 persen; dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga sebesar 0,0057 persen. Kelompok yang memberi sumbangan deflasi adalah Kelompok Transport, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,4191 persen.